12 February 2019

Valid : Begini Cara Mendaftar Bidikmisi 2019 Secara Online & Offline

pendaftaran bidikmisi 2019

Kami tahu banyak dari kamu yang ingin mendaftar Bidikmisi ( biasakan tidak menyebut beasiswa ya ) masih bingung caranya

Memang bisa mendaftar secara offline ? Atau hanya online saja ?

Berikut kami rangkum mekanismenya ya. Insya Allah ini adalah informasi yang VALID untuk kamu yang mencari info ata cara pendaftaran Bidikmisi melalui SNMPTN, SBMPTN, PMDK Politeknik atau Seleksi Mandiri perguruan tinggi

1. Pendaftaran Bidikmisi Online (Daring)

Tahapan Pendaftaran Bidikmisi

  • Sekolah mendaftarkan diri sebagai institusi pemberi rekomendasi ke laman Bidikmisi dengan melampirkan hasil pindaian (scan) (Lampiran II bagian persetujuan dan tanda tangan) untuk mendapatkan nomor Kode Akses Sekolah
  • Ditjen Belmawa memverifikasi pendaftaran dalam kurun waktu 1 x 24 jam pada hari dan jam kerja.
  • Sekolah merekomendasikan masing-masing siswa melalui laman Bidikmisi menggunakan kombinasi NPSN dan Kode akses yang telah diverifikasi.
  • Sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada masing-masing siswa yang sudah direkomendasikan.
  • Baru kemudian kamu mendaftar melalui laman Bidikmisi dan menyelesaikan semua tahapan yang diminta didalam sistem pendaftaran.

Mendaftar Seleksi Nasional atau Mandiri
  • Jika kamu telah menyelesaikan pendaftaran Bidikmisi, selanjutnya mendaftar seleksi nasional atau mandiri dengan mengikuti ketentuan masing-masing pola seleksi melalui alamat berikut ini:

Berkas Pendaftaran Ulang

Kamu yang mendaftar dan ditentukan lolos melalui seleksi masuk, melengkapi berkas dan dibawa pada saat pendaftaran ulang, yaitu:
  • Kartu peserta dan formulir pendaftaran program Bidikmisi yang dicetak dari laman Bidikmisi;
  • Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah;
  • Fotokopi rapor semester 1 (satu) s.d. 6 (enam) (rapor dari kelas X sampai kelas XII) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain dikegiatan ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah (jika ada);
  • Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Siswa Miskin (BSM), atau sejenis (jika ada).

Bagi yang belum memenuhi syarat point 7 di atas, maka harus membawa
  • Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua/Wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu. Yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Kepala Dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat.
  • Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga;
  • Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang Tua/Wali-nya.


2. Pendaftaran Bidikmisi Langsung (Offline)

Ketentuan Pendaftaran Bidikmisi Offline

Sekolah dan/atau calon peserta yang tidak dapat melakukan tahapan pendaftaran Bidikmisi secara on-line untuk Seleksi Mandiri karena keterbatasan akses internet, maka:

a). Calon mengisi formulir yang terdapat di dalam lampiran Buku Pedoman Bidikmisi. Selanjutnya formulir yang telah diisi beserta berkas persyaratan lainnya disampaikan ke Kepala Sekolah.

b). Kepala Sekolah mengirimkan formulir rekomendasi (Lampiran 2), formulir pendaftaran (Lampiran 3) beserta kelengkapan berkas lainnya secara kolektif kepada masing-masing Rektor/Direktur/Ketua PTN. Yang menyelenggarakan seleksi mandiri masuk perguruan tinggi negeri sesuai pilihan calon.

Berkas yang harus dikirim meliputi:
  • Formulir pendaftaran Bidikmisi yang sudah terisi;
  • Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah;
  • Fotokopi rapor semester 1 (satu) s.d. 6 (enam) (rapor dari kelas X sampai kelas XII) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di kegiatan ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah (jika ada);
  • Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Siswa Miskin (BSM), atau sejenis (jika ada);

Bagi yang belum memenuhi syarat point 7 di atas, maka harus membawa
  • Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua/Wali atau
  • Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa / Kepala Dusun / Instansi tempat orang tua bekerja / tokoh masyarakat;
  • Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga;
  • Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang Tua/Wali-nya.

Tentunya, sekolah harus memastikan bahwa PTN atau PTS yang dipilih calon peserta membuka kesempatan pola seleksi Bidikmisi secara offline. Untuk lebih jelasnya, maka pihak sekolah dapat menghubungi pihak kampus melalui email atau datang secara langsung ke kampus bila memungkinkan.

Semoga bermanfaat yaa
Baca selengkapnya

02 February 2019

Beasiswa Penuh ! Kesempatan Kuliah Ke Jepang ( S1 ) Lewat Mitsui-Bussan

beasiswa mitshui bussan

Mau kuliah  S1 ke Jepang ? Ada kesempatan buat kamu nih. Dapat beasiswa pula

Namanya Mitsui-Bussan Scholarship Program for Indonesia. Beasiswa ini didanai oleh Mitsui & Co. Ltd bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Beasiswa penuh lhooo. Mantaaaap

Buat kamu yang ingin mendaftar beasiswa ini, batas waktunya antara 21 Januari hingga 22 Februari 2019 yaa.

Apa saja persyaratan dari beasiswa S1 ke Jepang ini ?

Persyaratan Beasiswa Mitsui-Bussan

1. Merupakan Warga Negara Indonesia.
2. Pelamar berusia kurang dari 20 tahun per tanggal 1 April 2019.
3. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama menjalani masa penerimaan beasiswa.
4. Dibuka untuk lulusan SMA/MAN jurusan IPA atau IPS (pelamar dari SMK atau SMA/MAN jurusan Bahasa tidak dapat mendaftar beasiswa ini). Untuk jurusan IPA, nilai Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa Inggris minimal 80. Sedangkan untuk jurusan IPS, nilai Matematika, Ekonomi, Geografi, dan Bahasa Inggris minimal 80.
5. Bersedia untuk belajar bahasa Jepang dan mendapatkan pendidikan di universitas dalam bahasa Jepang.
6. Sehat jasmani dan rohani dan tidak terinfeksi penyakit




Jurusan / Bidang Studi Yang Bisa Dipilih Di Beasiswa Mitsui-Bussan

1. Bidang Sains dan Teknik:

a. Mathematics, Physics, Chemistry, Information & Computer Science, Biology, Biophysics & Biochemistry, Geology, dll.
b. Civil Engineering, Architecture, Urban Engineering, Environmental Engineering, dll.
c. Mechanical Engineering, Precision Engineering, dll.
d. Ship Building & Ocean Engineering, Aeronautics, dll.
e. Electrical Engineering, Electronics, Information & Communication Engineering, dll.
f. Metallurgy, Materials Science, dll.
g. Applied Chemistry, Chemical Engineering, dll.
h. Industrial Engineering, Factory & Production Management, Plant Management, dll.
i. Agricultural Engineering, Forest & Fishery Science, Agricultural Chemistry, Agro biology, Food Engineering, dll.

2. Bidang Ilmu Sosial, Bisnis, dan Niaga:

a. Civil Law, Public Law, Political Science, dll.
b. Economic Theory, Economic History, Economic Policy, dll.
c. Enterprise Management, Accounting, Commerce & Marketing, Finance, Insurance, Industrial Relations, Econometrics, International Economics, dll.

Wah. Banyak juga ya jurusan yang dipilih ! Asyik banged !

Cakupan Beasiswa Mitsui-Bussan

1. Tunjangan biaya hidup senilai 145,000 yen (± Rp 19juta) per bulan.
2. Tiket pesawat kelas ekonomi PP Indonesia – Jepang.
3. Tunjangan kedatangan senilai 50,000 yen ( ± Rp 6,5juta).
4. Tanggungan penuh biaya perkuliahan termasuk biaya pendaftaran dan biaya kursus bahasa Jepang.
5. Akomodasi/tempat tinggal.
6. Asuransi kesehatan, penerbangan, dan kecelakaan.
7. Pembiayaan buku dan materi.

Untuk informasi selengkapnya, dapat dibuka pada link berikut

Semangat ! Semangat !

Baca selengkapnya

31 January 2019

Bidikmisi 2019 Segera Dibuka. Begini Syarat - Syaratnya

info bidikmisi 2019


Bidikmisi ( bukan beasiswa ya ) merupakan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang mempunyai potensi akademik baik, namun memiliki keterbatasan ekonomi. Ini yang jadi syarat utamanya

Tentu kamu sudah tahu kalau kuota Bidikmisi tahun ini ditambah

Berdasarkan keterangan resminya Kemenristek Dikti, calon penerima bidikmisi wajib terdaftar dalam sistem Bidikmisi dengan memasukkan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) dan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) yang valid. Kamu sudah belum ?

Diperkirakan pertengahan Februari pendaftaran Bidikmisi akan dibuka

Nah, pendaftaran Bidikmisi sendiri dibedakan menjadi dua jalur, yaitu jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) atau seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), dan jalur PMDK-PN, UMPN, dan mandiri.

Terus apa ya perbedaan keduanya ?

tata cara pendaftaran bidikmisi

1. Jalur SNMPTN atau SBMPTN

Penerima program ini merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang akan lulus pada tahun berjalan atau lulus satu tahun sebelumnya.  Berarti alumni boleh nih ya.

Siswa tersebut mempunyai potensi akademik baik, namun mempunyai keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah.

Siswa tersebut juga lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi.

Adapun keterbatasan ekonomi ini dibuktikan dengan

  • kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  • atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali sebesar Rp 4.000.000
  • atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750.000.


Penerima Bidikmisi jalur ini mendapatkan beberapa fasilitas, antara lain

  • Siswa dibebaskan biaya pendaftaran seleksi masuk untuk SNMPTN dan SBMPTN serta seleksi lain yang ditetapkan oleh masing-masing panitia dan perguruan tinggi.
  • Siswa mendapatkan penggantian biaya kedatangan pertama untuk pendaftar beasiswa Bidikmisi yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa Bidikmisi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
  • Siswa dibebaskan biaya pendidikan yang dibayarkan ke perguruan tinggi.
  • Siswa akan mendapatkan subsidi biaya hidup sebesar Rp 700.000 per bulan
1. Pendaftaran Bidikmisi jalur SNMPTN dan SBMPTN dilakukan secara online melalui laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Klik disini atau laman Bidikmisi, klik disini

Pendaftaran program beasiswa Bidikmisi bagi siswa dibedakan menjadi dua, yaitu siswa penerima KIP dan siswa bukan penerima KIP.

Bagaimana beda mekanisme keduanya?

Siswa penerima KIP dapat langsung melakukan pendaftaran secara mandiri pada laman LTMPT atau Bidikmisi.

Sedangkan, siswa bukan penerima KIP mendaftarkan diri ke sekolah masing-masing untuk mendapatkan rekomendasi.

2. Pihak sekolah yang telah memiliki kode akses sekolah, maka dapat langsung merekomendaasikan masing-masing siswa tersebut melalui laman Bidikmisi menggunakan NPSN dan NISN.

Sementara, untuk sekolah yang belum memiliki kode akses sekolah, maka dapat mendaftarkan diri sebagai institusi pemberi rekomendasi ke laman Bidikmisi.

3. Setelah itu, Ditjen Belmawa Kementerian Riset Dikti akan memverifikasi pendaftaran sekolah dan mengeluarkan kode akses sekolah selama 1 x 24 jam pada hari dan jam kerja.

4. Setelah mendapatkan kode akses sekolah, maka pihak sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada siswa yang sudah direkomendasikan.

5. Kemudian siswa mendaftar melalui laman Bidikmisi dan menyelesaikan semua tahapan dalam sistem pendaftaran.

Bagi calon mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi yang telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi, maka akan dilakukan verifikasi lebih lanjut dan penetapan kelayakan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi oleh perguruan tinggi dengan mempertimbangkan dokumen pendukung.

Jangka waktu

Penerima beasiswa Bidikmisi diberikan jangka waktu tertentu, yaitu maksimal delapan semester untuk program sarjana.

Sementara, untuk program profesi dibedakan menjadi
  • profesi dokter (maksimal empat semester)
  • dokter gigi (maksimal empat semester)
  • dokter hewan (maksimal empat semester)
  • ners (maksimal dua semester)
  • dan apoteker (maksimal dua semester)

2. Jalur PMDK-PN, UMPN, dan Mandiri

Jalur penerimaan beasiswa Bidikmisi ini sama kok, diberikan kepada siswa SMA atau sederajat yang mempunyai potensi akademik bagus, namun mempunyai keterbatasan ekonomi.

Keterbatasan ekonomi tersebut dibuktikan caranya sama dengan jalur SNMPTN atau SBMPTN yaa

Pada jalur ini, penerima beasiswa Bidikmisi akan diberikan beberapa fasilitas, seperti
  • Siswa mendapatkan penggantian biaya kedatangan pertama untuk pendaftar beasiswa Bidikmisi yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa Bidikmisi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
  • Siswa diberikan pembebasan biaya pendidikan yang dibayarkan ke perguruan tinggi
  • Siswa mendapatkan subsidi biaya hidup sekurang-kurangnya sebesar Rp 700.000 per bulannya.

Tata cara pendaftarannya begini

Tata cara pendaftaran Tahapan pendaftaran bidikmisi jalur PMDK-PN, UMPN, dan Mandiri
Tata cara pendaftaran Tahapan pendaftaran bidikmisi jalur PMDK-PN, UMPN, dan Mandiri(Situs Bidikmisi)

1. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman Bidikmisi.

Bagi siswa penerima KIP, dapat langsung melakukan pendaftaran secara mandiri pada laman Bidikmisi sampai mendapatkan KAP (Kode Akses Pendaftaran) dan PIN. Setelah itu, siswa dapat mendaftarkan diri menggunakan KAP dan PIN tersebut.

Sementara untuk siswa bukan penerima KIP, maka harus mendaftar ke sekolah masing-masing untuk direkomendasikan.

2. Untuk pihak sekolah yang sudah mempunyai kode akses sekolah langsung merekomendasikan masing-masing siswa melalui laman Bidikmisi menggunakan kombinasi NPSN dan NISN.

Sedangkan, untuk sekolah yang belum memiliki kode akses sekolah mendaftarkan diri sebagai institisi pemberi rekomendasi ke laman Bidikmisi dengan melampirkan hasil pindaian (scan) sesuai yang disyaratkan.

Kemudian, Ditjen Belmawa Kemenristek Dikti akan melakukan verifikasi pendaftaran sekolah dan mengeluarkan kode akses sekolah dalam waktu 1x24 jam pada hari dan jam kerja.

3. Setelah itu, pihak sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada siswa yang sudah direkomendasikan.

4. Siswa mendaftar melalui laman Bidikmisi dan menyelesaikan semua tahapan dalam sistem pendaftaran sampai mendapatkan KAP dan PIN.

5. KAP dan PIN tersebut didapat dari sistem Bidikmisi dan digunakan dalam pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi.

6. Bagi calon penerima beasiswa Bidikmisi yang telah diterima di perguruan tinggi, akan dilakukan verifikasi lebih lanjut dan penetapan kelayakan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi oleh perguruan tinggi dengan mempertimbangkan dokumen pendukung.

Jangka waktu

Penerima beasiswa Bidikmisi jalur PMDK-PN, UMPN, dan mandiri juga diberikan jangka waktu untuk menyelesaikan masa kuliahnya, yaitu
  • Program Diploma I (maksimal dua semester)
  • Program Diploma II (maksimal empat semester)
  • Program Diploma III (maksimal enam semester), dan
  • Program Diploma IV atau Sarjana (maksimal delapan semester).

Sedangkan, untuk
  • program profesi dokter (maksimal empat semester)
  • dokter gigi (maksimal empat semester)
  • dokter hewan (maksimal empat semester)
  • ners (maksimal dua semester)
  • apoteker (maksimal dua semester)

Pahami syaratnya dan sampaikan juga kepada teman - teman kamu yaa

Jangan lupa buat yang belum bergabung, ayo ikut grup eksklusif Info Perguruan Tinggi di Facebook, WA da Telegram yuk !

gabung grup IPT
Klik Gambar Untuk Gabung Grup IPT

Baca selengkapnya

29 January 2019

Bisa Kuliah GRATIS Di Universitas Pertamina. Begini Caranya !

beasiswa universitas pertamina 2019


Kamu bisa lho kuliah di Universitas Pertamina gak bayar. Minimal, cuma bayar setengah aja.

Mau atau mau banged ?

Jadi, ada beasiswa dari Universitas Pertamina, namanya Pengajuan Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina tahun akademik 2019/2020. Beasiswa terbuka bagi lulusan SMA/sederajat tahun 2019, 2018, dan 2017 yang mendaftar dan lulus Ujian Masuk Universitas Pertamina periode Januari 2019 atau Maret 2019 (UM Gelombang 1 dan Gelombang 2).

Tentu saja untuk mendaftar beasiswa ini, kamu harus punya prestasi akademik sangat baik namun MEMILIKI KESULITAN EKONOMI untuk mengikuti dan/atau menyelesaikan pendidikan di Universitas Pertamina



Beasiswa diberikan selama maksimal 8 (delapan) semester masa studi dengan evaluasi setiap tahun.

Ada 2 tipe Beasiswa Ekonomi UP 2019/2020:

  • Tipe 1: Pembebasan 100% SPI dan Pembebasan 100% SPP
  • Tipe 2: Pembebasan 100% SPI dan Pembebasan 50% SPP

Prosedur Pendaftaran Beasiswa Ekonomi:


  • Calon Mahasiswa mendaftar Ujian Masuk Universitas Pertamina (UM-UP) Periode Januari 2019 (Pendaftaran dibuka 10 Desember 2018) atau Periode Maret 2019 (Pendaftaran dibuka 21 Januari 2019)
  • Calon Mahasiswa melaksanakan pembayaran UM-UP melalui bank yang ditunjuk untuk mendapatkan nomor ujian
  • Calon Mahasiswa melengkapi data diri, memilih program beasiswa dan mencetak kartu Ujian Masuk
  • Calon Mahasiswa yang memilih program beasiswa ekonomi dipersilakan mengunduh serta melengkapi formulir yang tersedia di halaman ini untuk kemudian mengirimkannya melalui email ke alamat : beasiswa@universitaspertamina.ac.id cc kemahasiswaan.up@gmail.com bersama berkas berikut:
    • Scan (bukan foto) Formulir Pengajuan Beasiswa Ekonomi UP 2019/2020 yang telah dilengkapi dan ditandatangani di atas meterai Rp 6.000. Formulir Pengajuan Beasiswa Ekonomi UP dapat diunduh di bagian paling bawah Prosedur Pendaftaran Beasiswa Ekonomi;
    • Scan (bukan foto) Surat Keterangan Miskin (SKM) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kelurahan tempat calon mahasiswa tinggal terbaru (diurus tidak lebih dari tiga bulan sebelum pengajuan beasiswa);
    • Scan (bukan foto) Kartu Keluarga (KK);
    • Scan (bukan foto) KTP/Kartu Pelajar calon mahasiswa;
    • Scan (bukan foto) KTP kedua orang tua;
    • Scan (bukan foto) nilai rapor semester 1-5 yang dilegalisir (simpan dalam satu file .pdf);
    • Scan (bukan foto) Slip Gaji orangtua 3 (tiga) bulan terakhir atau surat keterangan pengganti slip gaji (untuk orangtua yang bekerja sebagai petani, pedagang, atau profesi lain yang tidak ada slip gaji bulanan) yang diterbitkan oleh KELURAHAN tempat calon mahasiswa tinggal;
    • Scan (bukan foto) bukti pembayaran rekening listrik rumah tinggal calon mahasiswa 3 (tiga) bulan sebelum Ujian Masuk (bukti bayar listrik bulan Oktober, November dan Desember 2018 untuk peserta UM periode Januari, atau bukti bayar bulan Desember 2018, Januari dan Februari 2019 untuk peserta UM periode Maret 2019);

*Jika listrik di rumah tinggal calon mahasiswa pengaju beasiswa ekonomi adalah listrik pra-bayar (menggunakan token), silakan datang ke kantor PLN terdekat untuk mencetak penggunaan listrik pada bulan yang dipersyaratkan

**Jika calon mahasiswa pengaju beasiswa ekonomi tinggal di rumah sewa, dimana sewa yang dibayarkan sudah meliputi pembayaran listrik, diperkenankan meminta surat keterangan pengganti bukti pembayaran rekening listrik di kelurahan setempat


    • Scan (bukan foto) tagihan PBB rumah tinggal calon mahasiswa tahun 2018;

*Jika calon mahasiswa pengaju beasiswa ekonomi tinggal di rumah yang bukan milik pribadi (sewa atau tinggal dengan keluarga lain), silakan meminta surat keterangan pengganti tagihan PBB dari kelurahan setempat

  • Karya tulis 4 (empat) paragraf yang terdiri tidak kurang dari 600 (enam ratus) kata dan tidak lebih dari 1000 (seribu) kata dengan tema “Mengapa Saya Layak Mendapatkan Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina.”;
  • Scan (bukan foto) maksimal tiga sertifikat prestasi terbaik (opsional); dan
  • Foto bagian depan dan ruang tengah rumah tinggal calon mahasiswa




Seluruh berkas disimpan dalam format .pdf dengan UKURAN MAKSIMAL SETIAP POIN BERKAS adalah 750 KB (tujuh ratus lima puluh Kilobyte)

Format penamaan setiap poin berkas adalah: [nomor berkas]_[jenis berkas]_[nama pengaju beasiswa]_[nomor ujian] | contoh: [02]_SKM_Jimmy Hendrik_123456789.pdf

Seluruh berkas yang telah diubah ke dalam format .pdf dikumpulkan dalam 1 folder dan di-compress dalam format .zip atau .rar atau .7zip atau .7z dan diberikan nama folder:

[nama pengaju beasiswa]_[nomor ujian] contoh: Jimmy Hendrik_123456789.rar.  UKURAN MAKSIMAL LAMPIRAN BERKAS adalah 10 MB (sepuluh Megabyte).

Calon mahasiswa mengirimkan seluruh berkas pengajuan beasiswa selambat-lambatnya tanggal 19 Januari 2019 pukul 12.00 WIB (siang) untuk peserta UM-UP Periode Januari 2019 atau 16 Maret 2019 pukul 12.00 WIB (siang) untuk peserta UM-UP Periode Maret 2019 ke email beasiswa@universitaspertamina.ac.id cc kemahasiswaan.up@gmail.com

Kegagalan atau keterlambatan calon mahasiswa mengumpulkan berkas akan menyebabkan pengajuan beasiswa tidak diproses (nama calon mahasiswa tersebut akan dicoret dari daftar pengaju Beasiswa Ekonomi UP 2019/2020) dan menjadikan calon mahasiswa tersebut sebagai calon mahasiswa program reguler

Ketidakmampuan calon mahasiswa pengaju beasiswa untuk mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan oleh panitia akan menyebabkan tidak diterimanya berkas pengajuan beasiswa tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

Panitia Seleksi Beasiswa Ekonomi UP 2019/2020 akan melakukan seleksi dan mengumumkan hasil seleksi beasiswa ekonomi periode Januari 2019 dan Maret 2019 secara bersamaan pada pertengahan bulan Juni 2019

Calon Mahasiswa yang dinyatakan tidak layak mendapatkan Beasiswa Ekonomi dapat mendaftar ulang sebagai mahasiswa UP program reguler (pembayaran selambat-lambatnya dilaksanaan pada tanggal 30 Juni 2019)


Selamat berkompetisi ya !

Jangan lupa bergabung di grup eksklusif Info Perguruan Tinggi biar dapat info rutin lewat WA, Telegram atau Facebook




Baca selengkapnya

24 January 2019

Kamu Penasaran Kan ? Berikut Ketetatan Masuk UI Dari Berbagai Jalur



Buat jadi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) angkatan 2019, kamu bisa masuk melalui SNMPTN, SBMPTN, SIMAK UI, Talent Scouting dan PPKB.

Nah, kamu perlu tahu nih, seberapa ketat sih persaingannya ?

Semakin kecil persentase ketetatan, berarti kamu puna kesempatan yang justru semakin besar diterima di jurusan tersebut dan sebaliknya

Bagaimana ketetatan dihitung ?

Kekekatan didasarkan pada perbandingan jumlah peminat dan daya tampung. Sebutlah jurusan kedokteran pada tahun 2018, lewat jalur SBMPTN memiliki peminat 4.041 orang, sedangkan daya tampungnya 126, maka ketetatan Kedokteran UI adalah 3,11 %

Gampangnya lagi cara bacanya begini :

3 orang diterima di FK UI setiap 100 peserta SBMPTN

Nah, di website resmi mereka, UI menentukan keketatan untuk masing-masing program pendidikan S1 Reguler, S1 Paralel, S1 Kelas Internasional, dan Vokasi D3. Berikut detailnya:

( Untuk rujukan calon mahasiswa baru 2019, data yang kami sampaikan ini adalah data ketetatan calon mahasiswa baru 2018 )

1. Ketetatan Prodi S1 Reguler UI

Tentu saja program S1 Reguler merupakan program pendidikan yang seleksinya paling ketat bagi calon mahasiswa.

Untuk diterima di S1 Reguler UI, kamu bisa masuk lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Berikut rincian keketatan masing-masing program studi S1 Reguler UI:

Kelompok SAINTEK ( IPA )


Pendidikan Dokter:
SNMPTN 3,8 persen, SBMPTN 3,2 persen

Pendidikan Dokter Gigi:
SNMPTN 6,5 persen, SBMPTN 5,1 persen

Matematika:
SNMPTN 4,9 persen, SBMPTN 6,1 persen

Biologi:
SNMPTN 9,2 persen, SBMPTN 7,4 persen

Geografi:
SNMPTN 13,8 persen, SBMPTN 9,3 persen

Fisika:
SNMPTN 11,2 persen, SBMPTN 11,9 persen

Kimia:
SNMPTN 9,3 persen, SBMPTN 9,2 persen

Statistika:
SNMPTN 4,5 persen, SBMPTN 5,5 persen

Aktuaria:
SNMPTN 1,3 persen, SBMPTN 1,2 persen

Geofisika:
SNMPTN 10,9 persen, SBMPTN 9,3 persen

Geologi:
SNMPTN 9,7 persen, SBMPTN 11,6 persen

Teknik Sipil:
SNMPTN 3,8 persen, SBMPTN 3,1 persen

Teknik Mesin:
SNMPTN 7,9 persen, SBMPTN 4,6 persen

Teknik Elektro:
SNMPTN 6,9 persen, SBMPTN 5,6 persen

Teknik Metalurgi dan Material:
SNMPTN 7,3 persen, SBMPTN 6,1 persen

Arsitektur:
SNMPTN 3,0 persen, SBMPTN 2,7 persen

Teknik Kimia:
SNMPTN 5,1 persen, SBMPTN 5,9 persen

Teknik Industri:
SNMPTN 4,2 persen, SBMPTN 3,9 persen

Teknik Lingkungan:
SNMPTN 5,4 persen, SBMPTN 3,4 persen

Teknik Perkapalan:
SNMPTN 9,7 persen, SBMPTN 6,2 persen

Teknik Komputer:
SNMPTN SNMPTN 5,8 persen, SBMPTN 3,9 persen

Arsitektur Interior:
SNMPTN 2,9 persen, SBMPTN 2,3 persen

Teknologi Bioproses:
SNMPTN 4,9 persen, SBMPTN 5,0 persen

Teknik Biomedis:
SNMPTN 3,0 persen, SBMPTN 2,0 persen

Gizi: SNMPTN 2,6 persen, SBMPTN 2,3 persen

Keselamatan dan Kesehatan Kerja:
SNMPTN 4,2 persen, SBMPTN 3,0 persen

Kesehatan Lingkungan:
SNMPTN 6,2 persen, SBMPTN 4,0 persen

Ilmu Komputer:
SNMPTN 5,3 persen, SBMPTN 3,9 persen

Sistem Informasi:
SNMPTN 5,2 persen, SBMPTN 3,7 persen

Ilmu Keperawatan:
SNMPTN 11,3 persen, SBMPTN 5,6 persen

Farmasi:
SNMPTN 5,0 persen, SBMPTN 4,9 persen

Ilmu Kesehatan Masyarakat:
SNMPTN 5,6 persen, SBMPTN 4,5 persen


Kelompok Sosial Humaniora ( IPS )

Ilmu Hukum:
SNMPTN 4,7 persen, SBMPTN 4,0 persen

Ilmu Ekonomi:
SNMPTN 4,1 persen, SBMPTN 3,8 persen

Manajemen:
SNMPTN 3,3 persen, SBMPTN 3,5 persen

Akuntansi:
SNMPTN 3,4 persen, SBMPTN 4,2 persen

Ilmu Ekonomi Islam:
SNMPTN 3,7 persen, SBMPTN 3,2 persen

Bisnis Islam: SNMPTN 3,0 persen, SBMPTN 2,7 persen

Arkeologi Indonesia:
SNMPTN 8,3 persen, SBMPTN 6,3 persen

Ilmu Filsafat:
SNMPTN 11,5 persen, SBMPTN 6,8 persen

Ilmu Sejarah:
SNMPTN 7,4 persen, SBMPTN 5,5 persen

Ilmu Perpustakaan:
SNMPTN 2,8 persen, SBMPTN 2,5 persen

Sastra Arab:
SNMPTN 3,5 persen, SBMPTN 3,0 persen

Sastra Indonesia:
SNMPTN 4,7 persen, SBMPTN 4,0 persen

Sastra Jawa:
SNMPTN 21,3 persen, SBMPTN 11,8 persen

Sastra Cina:
SNMPTN 5,5 persen, SBMPTN 6,7 persen

Sastra Jepang:
SNMPTN 2,9 persen, SBMPTN 2,7 persen

Sastra Inggris:
SNMPTN 1,7 persen, SBMPTN 1,5 persen

Sastra Perancis:
SNMPTN 4,6 persen, SBMPTN 4,9 persen

Sastra Jerman:
SNMPTN 4,6 persen, SBMPTN 4,5 persen

Sastra Rusia:
SNMPTN 11,7 persen, SBMPTN 5,9 persen

Sastra Belanda:
SNMPTN 6,7 persen, SBMPTN 5,3 persen

Bahasa dan Kebudayaan Korea:
SNMPTN 1,8 persen, SBMPTN 1,8 persen

Ilmu Psikologi:
SNMPTN 3,8 persen, SBMPTN 3,5 persen

Ilmu Politik:
SNMPTN 4,5 persen, SBMPTN 3,6 persen

Sosiologi:
SNMPTN 5,1 persen, SBMPTN 4,8 persen

Kriminologi:
SNMPTN 3,8 persen, SBMPTN 2,6 persen

Ilmu Kesejahteraan Sosial:
SNMPTN 4,5 persen, SBMPTN 3,5 persen

Ilmu Hubungan Internasional:
SNMPTN 1,5 persen, SBMPTN 1,6 persen

Ilmu Komunikasi:
SNMPTN 2,4 persen, SBMPTN 2,1 persen

Antropologi Sosial:
SNMPTN 6,2 persen, SBMPTN 5,8 persen

Ilmu Administrasi Fiskal:
SNMPTN 4,8 persen, SBMPTN 3,3 persen

Ilmu Administrasi Negara:
SNMPTN 2,8 persen, SBMPTN 3,2 persen

Ilmu Administrasi Niaga:
SNMPTN 4,7 persen, SBMPTN 3,4 persen



2. Kekekatan Prodi S1 Paralel UI

Kamu sering dapat kabar simpang siur tentang program paralel UI kaaan?

Jadi, salah satu yang membedakan adalah program pendidikan S1 Paralel tidak mensyaratkan batas tahun kelulusan bgai calon mahasiswa. Namun, perkuliahan menggunakan kurikulum dan fasilitas yang sama dengan program regular.

Selain itu Pendaftar dari berbagai usia dapat mendaftarkan diri

Untuk S1 Paralel UI, ada dua jalur masuk, yaitu Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) dan SIMAK.

Berikut rincian keketatan masing-masing program studi S1 Paralel UI:

Kelompok Saintek ( IPA )

Matematika:
PPKB 19,8 persen, SIMAK 1,7 persen

Fisika:
PPKB 43,5 persen, SIMAK 2,7 persen

Biologi:
PPKB 28,4 persen, SIMAK 2,0 persen

Geografi:
PPKB 42,1 persen, SIMAK 3,3 persen

Kimia:
PPKB 27,6 persen, SIMAK 2,5 persen

Statistika:
PPKB 31,6 persen, SIMAK 1,0 persen

Geofisika:
PPKB 57,1 persen, SIMAK 2,7 persen

Geologi:
PPKB 42,9 persen, SIMAK 1,8 persen

Teknik Industri:
PPKB 7,0 persen, SIMAK 0,6 persen

Teknik Metalurgi dan Material:
PPKB 12,4 persen, SIMAK 1,2 persen

Teknik Sipil:
PPKB 8,7 persen, SIMAK 0,8 persen

Teknik Mesin:
PPKB 12,9 persen, SIMAK 1,0 persen

Teknik Kimia:
PPKB 10,2 persen, SIMAK 1,0 persen

Arsitektur:
PPKB 3,0 persen, SIMAK 0,5 persen

Teknik Elektro:
PPKB 14,1 persen, SIMAK 0,9 persen

Teknik Lingkungan:
PPKB 20,4 persen, SIMAK 0,5 persen

Sistem Informasi:
PPKB 8,2 persen, SIMAK 0,5 persen

Ilmu Komputer:
PPKB 18,7 persen, SIMAK 1,0 persen

Farmasi:
PPKB 11,3 persen, SIMAK 1,1 persen

Kelompok Sosial Humaniora ( IPS )


Ilmu Hukum:
PPKB 8,8 persen, SIMAK 0,9 persen

Akuntansi:
PPKB 2,5 persen, SIMAK 0,3 persen

Ilmu Perpustakaan:
PPKB 13,1 persen, SIMAK 0,9 persen

Sastra Cina:
PPKB 29,6 persen, SIMAK 1,9 persen

Sastra Arab:
PPKB 25,0 persen, SIMAK 1,7 persen

Sastra Jepang:
PPKB 12,1 persen, SIMAK 1,1 persen

Sastra Inggris:
PPKB 7,0 persen, SIMAK 0,5 persen

Sastra Perancis:
PPKB 12,5 persen, SIMAK 0,9 persen

Sastra Jerman:
PPKB 13,3 persen, SIMAK 1,2 persen

Sastra Belanda:
PPKB 17,8 persen, SIMAK 1,3 persen

Bahasa dan Kebudayaan Korea:
PPKB 8,2 persen, SIMAK 0,9 persen

Psikologi:
PPKB 8,1 persen, SIMAK 0,8 persen

Ilmu Komunikasi:
PPKB 2,7 persen, SIMAK 0,2 persen

Ilmu Administrasi Fiskal:
PPKB 8,3 persen, SIMAK 0,8 persen

Ilmu Administrasi Negara:
PPKB 7,4 persen, SIMAK 0,8 persen

Ilmu Administrasi Niaga:
PPKB 5,8 persen, SIMAK 0,6 persen



3. Kekekatan Prodi S1 Kelas Internasional UI

Selain prodi S1 Reguler dan S1 Paralel, di UI juga ada Prodi S1 Kelas Internasional (KI).

Program S1 Kelas Internasional (KI) merupakan program pendidikan UI yang bekerja sama dengan universitas mitra di luar ngeri yang memberikan atmosfer internasional dengan bahasa pengantar perkuliahan menggunakan bahasa Inggris.

Kamu yang mau masuk Kelas Internasional di UI bisa berusaha lewat jalur talentscouting dan SIMAK.

Berikut rincian keketatan masing-masing program studi yaa :


Kelompok Saintek ( IPA )

Pendidikan Dokter:
talentscouting 9,1 persen, SIMAK 6,8 persen

Teknik Metalurgi:
talentscouting 26,1 persen, SIMAK 65,0 persen

Teknik Kimia:
talentscouting 27,6 persen, SIMAK 43,1 persen

Teknik Sipil:
 talentscouting 18,8 persen, SIMAK 32,4 persen

Teknik Mesin:
 talentscouting 20,7 persen, SIMAK 39,6 persen

Tekik Elektro:
 talentscouting 23,1 persen, SIMAK 39,6 persen

Arsitektur:
talentscouting 11,1 persen, SIMAK 28,4 persen

Teknik Industri:
talentscouting 21,6 persen, SIMAK 34,6 persen

Ilmu Komputer:
talentscouting 26,1 persen, SIMAK 26,8 persen

Kelompok Sosial Humaniora ( IPS )

Ilmu Hukum:
talentscouting 20,8 persen, SIMAK 36,2 persen

Ilmu Ekonomi:
talentscouting 27,3 persen, SIMAK 55,2 persen

Manajemen:
talentscouting 21,4 persen, SIMAK 32,9 persen

Akuntansi:
talentscouting 34,8 persen, SIMAK 51,5 persen

Psikologi:
talentscouting 28,1 persen, SIMAK 34,1 persen

Ilmu Komunikasi:
talentscouting 25,8 persen, SIMAK 34,0 persen




4. Kekekatan Prodi Vokasi ( D3 )

Perkuliahan vokasi (D3) bertujuan menyiapkan tenaga professional yang siap kerja. Sistem pengajaran lebih mengutamakan keterampilan.

Buat kamu yang ingin masuk program diploma UI ini, jalur masuknya adalah PPKB dan SIMAK UI yaa.

Berikut rincian keketatan masing-masing program studi D3 Vokasi UI:

Perumahsakitan:
PPKB 52,9 persen, SIMAK 7,0 persen

Fisioterapi:
PPKB 56,6 persen, SIMAK 3,4 persen

Okupasi Terapi:
PPKB 90,0 persen, SIMAK 5,2 persen

Akuntansi:
PPKB 36,3 persen, SIMAK 3,7 persen

Manajemen Informasi dan Dokumen (MID):
PPKB 64,4 persen, SIMAK 3,4 persen

Komunikasi:
PPKB 43,8 persen, SIMAK 2,6 persen

Adm. Asuransi dan Aktuaria:
PPKB 63,4 persen, SIMAK 3,4 persen

Adm. Keuangan dan Perbankan:
PPKB 60,9 persen, SIMAK 2,9 persen

Adm. Perkantoran dan Sekretari:
PPKB 45,0 persen, SIMAK 3,0 persen

Adm. Perpajakan:
PPKB 40,9 persen, SIMAK 2,2 persen

Pariwisata:
PPKB 52,4 persen, SIMAK 2,6 persen

Semoga informasi yang kami himpun ini bisa bermanfaat buat kamu mempersiapkan diri menjadi mahasiswa baru UI yaa

Jangan lupa bergabung dengan Grup kami di FB, WA & Telegram yaa

Klik gambar dibawah


Baca selengkapnya

21 January 2019

Biaya Kuliah 2019 Di UI & UGM Serta Bagaimana Kriterianya ?



Universitas Indonesia ( UI ) dan Universitas Gadjah Mada ( UGM ) adalah salah dua kampus negeri yang jadi favorit dan idaman banyak calon mahasiswa

Tidak hanya kualitas dan reputasinya, berbagai alumni kedua kampus tersebut membuat almamater masing - masing menjadi begitu harum. Sebutlah Presiden Joko Widodo yang alumni UGM dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang alumni UI.

Tapi, dengar - dengar, banyak juga lho yang " takut " kuliah di kedua kampus ini karena masalah biaya.

Memang, bagaimana sih sebenarnya biaya kuliah di UI & UGM ? Kita bedah yuk

Kita mulai dari UGM yaa

Di UGM, ditetapkan apa yang disebutUang Kuliah Tunggal (UKT) untuk Program Sarjana untuk jalur penerimaan SNMPTN, SBMPTN, PBU, dan Ujian Tulis (UTUL). UGM mengelompokkan UKT menjadi 8 bagian, dengan masing-masing kriteria penghasilan.

Kedelapan kelompok ini ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat. Keputusan ini berlaku bagi mahasiswa Program Sarjana yang diterima mulai Tahun Akademik 2018/2019. UKT ditentukan berdasarkan jumlah total penghasilan kotor ayah dan ibu, ditambah penghasilan tambahan ayah dan ibu, dengan kriteria sebagai berikut, sebagaimana dikutip dari web resmi UGM.

Kelompok Kriteria penghasilan
  • UKT 0 Peserta Bidikmisi
  • UKT 1 Penghasilan ≤ 500.000
  • UKT 2 500.000 < Penghasilan ≤ 2.000.000
  • UKT 3 2.000.000 < Penghasilan ≤ 3.500.000
  • UKT 4 3.500.000 < Penghasilan ≤ 5.000.000
  • UKT 5 5.000.000 < Penghasilan ≤ 10.000.000
  • UKT 6 10.000.000 < Penghasilan ≤ 20.000.000
  • UKT 7 20.000.000 < Penghasilan ≤ 30.000.000
  • UKT 8 Penghasilan > 30.000.000

Khusus untuk Program Sarjana Kedokteran, ada perbedaan yaa

untuk Program Sarjana Fakultas Kedokteran, UGM menetapkan UKT sebagai berikut.

Kelompok Kriteria penghasilan
  • UKT 1 500.000
  • UKT 2 1.000.000
  • UKT 3 7.250.000
  • UKT 4 10.875.000
  • UKT 5 14.500.00
  • UKT 6 18.125.000
  • UKT 7 22.500.000
  • UKT 8 26.000.000

Terus berapa ya besaran biaya yang harus dibayarkan ? Kamu bisa melihat daftar lengkapnya di PDF ini



Bagaimana dengan Universitas Indonesia ?

Universitas Indonesia (UI) menetapkan Biaya Pendidikan Berkeadilan yang berlaku untuk program Sarjana Reguler. Program pendidikan lain (Vokasi, Sarjana Paralel, Sarjana Ekstensi, Sarjana Kelas Internasional maupun Pascasarjana) tidak berhak atas skema Biaya Pendidikan Berkeadilan

Biaya Operasional Pendidikan-Berkeadilan (BOP-B) merupakan mekanisme pengajuan tarif UKT bagi mahasiswa yang penetapannya disesuaikan dengan kemampuan penanggung biaya pendidikan dan dalam pengajuannya harus disertai dengan sejumlah data dan dokumen pendukung.

Sedangkan Biaya Operasional Pendidikan - Pilihan ( BOP-P ) merupakan mekanisme pengajuan tarif UKT bagi mahasiswa yang penetapannya ditentukan sendiri oleh penanggung biaya pendidikan yang didasarkan pada keinginan untuk berpartisipasi dalam membantu biaya operasional pendidikan sarjana reguler di UI dengan membayar UKT lebih besar dari tarif UKT Kategori IV BOP-B.

Tarif UKT untuk mekanisme Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOP-B) adalah sebagai berikut.

Rumpun Sains & Teknologi (IPA)

  • Kelas 1 0 - Rp500.000
  • Kelas 2 >Rp500.000 -  Rp1.000.000
  • Kelas 3 >Rp1.000.000-Rp.2.000.000
  • Kelas 4 >Rp2.000.000 - Rp4.000.000
  • Kelas 5 >Rp4.000.000 - Rp6.000.000
  • Kelas 6    >6.000.000-7.500.000
Rumpun Sosial Humaniora ( IPS )
  • Kelas 1   0-500.000
  • Kelas 2   >500.000-1.000.000
  • Kelas 3   >1.000.000-2.000.000
  • Kelas 4   >2.000.000-3.000.000
  • Kelas 5   >3.000.000-4.000.000
  • Kelas 6   >4.000.000-5.000.000

Bagaimana dengan tarif BOP Pilihan ?

Rumpun Sains, Teknologi, dan Kesehatan (IPA)
  • Kelas A 10.000.000
  • Kelas B 12.500.000
  • Kelas C   15.000.000

Rumpun Sosial Humaniora (IPS)
  • Kelas A   7.500.000
  • Kelas B   10.000.000
  • Kelas C 12.500.000


Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu yang mau kuliah di UI atau UGM yah. Selamat belajar !

Jangan lupa bergabung ke Grup Eksklusif Info Perguruan Tinggi ( FB, WA & Telegram ) buat yang belum dengan mengklik gambar dibawah




Baca selengkapnya